Rabu, 15 Februari 2012

Hijau Darahku

Semua orangpun tahu kalau warna darah itu merah, merah adalah simbol keberanian, sehingga dengan alasan keberanian pula banyak korban berjatuhan, karena suatu ego manusia yang sangat serakah, yang gila kekuasaan, gila harta, manusia tidak pernah memperdulikan siapa saja yang menjadi korbannya, banyak manusia yang menjadikan nafsu dan amarah sebagai Tuhannya.
Bahkan bumi yang satu-satunya tempat berpijaknya manusia, satu-satunya tempat untuk kelangsungan hidup manusia mereka hancurkan perlahan-lahan, contoh kerusakan alam yang di akibatkan keserakahan manusia, pertama peperangan, manusia menjadikan ajang ini sebagai ajang adu kekuatan, keberanian, tapi akibat yang ditimbulkan bukan hanya hilangnya jutaan nyawa, tapi juga kerusakan alam, dan yang kedua adalah Sains, Dari sainslah lahir sistim ekonomi global dan memicu pemanasan global yang membahayakan umat manusia dan kehidupannya. Manusia membuat barang-barang yang sangat canggih tapi tidak menghiraukan kaidah lingkungan yang baik. Salah satu ilmuwan abad ini Fritjop Capra dalam penelitiannya bahwa ilmu pengetahuan telah terjebak dalam jalur yang salah dengan menempatkan ilmu fisika sebagai panutan. Menurutnya, dunia sains sudah waktunya mengganti kiblat dari ilmu fisika-ilmu benda-benda mati-menuju ilmu biologi-ilmu tentang benda-benda hidup. Karena secara hirarkis mahluk hidup memiliki kompleksitas lebih tinggi ketimbang benda-benda mati.

Dan masih banyak lagi kelakuan manusia yang sangat merugikan kelestarian alam ini, alam ini menangis setiap hari karena merasakan sakit yang luar biasa, tapi masih sedikit orang yang memperdulikannya. Mungkin manusia akan sadar akan pentingnya kelestarian alam ini jika alam ini telah benar-benar hancur.
Kalau kita melihat alam ini dari jarak ketinggian tertentu, akan terlihat sekali alam ini berwarna hijau, hijau adalah simbol keceriaan dan kegembiraan, yang identik dengan alam pula.
Jika darah yang berwarna merah ini berubah menjadi hijau apakah manusia akan tetap menjadikan alasan keberanian sebagai alasan untuk saling menghancurkan, kalau memang manusia menjadikan simbol-simbol sebagai suatu keyakinan.
Suatu ketika ada pemandangan yang sangat memilukan yang aku lihat di televisi, betapa tidak nenek-nenek yang entah dari kapan beliau memulai pekerjaannya ini, tapi beliau sangat menikmati pekerjaannya ini, beliau tidak pernah terlihat berkeluh kesah dengan pekerjaannya, setiap hari dari pagi sampai beliau lelah, beliau selalu memunguti sampah yang terbawa arus sungai di Cikapundung, saat beliau ditanya berapakah yang beliau dapat dari pekerjaannya itu? Beliau menjawab” 35 rebu cep”, sungguh tragis nasibnya, padahal dengan pekerjaannya itu berapa juta orang yang terselamatkan dari banjir. Beliaulah sang pahlawanku, nenek yang pantang menyerah melawan kerasnya hidup, tapi tetap memberikan yang terbaik untuk orang lain.
Ayolah kawan, engkaulah pahlawan lingkunganku!!Bumi ini membutuhkan orang-orang yang menyayanginya, jangan biarkan bumi ini hancur karena ulah kita sendiri, jadilah pahlawan bagi diri sendiri, pahlawan yang tidak butuh penghargaan tapi pahlawan yang penuh pengabdian!



Artikel Terkait:

1 komentar:

Love From Simmie mengatakan...

great :)
Have you seen my baggy jumper's and beanie's post?
Click www.lovefromsimmie.com :)

Stay beautiful XOXO

Posting Komentar

Kata Yang Telah Kamu Tulis Merupakan Inspirasi Buatku